Travelling and Photography Amazing your trip Amazing your life

Minggu, 12 Juni 2016

Jalur Pendakian Panderman

check point/pintu masuk pendakian Mt. Panderman
Kota Batu yang berada di Jawa Timur merupakan sebuah kota yang sangat indah dan menarik. Suasana di kota ini sedikit mirip dengan Kota Salatiga di Jawa Tengah.
Jika di tengah-tengah kota Salatiga kita bisa menyaksikan keindahan Gunung Merbabu, maka dari alun-alun Kota Batu kita bisa menyakasikan keindahan Gunung Panderman
Sebagai sebuah gunung yang memiliki pemandangan indah, Gunung Panderman tentu saja menjadi salah satu tujuan pendakian yang disukai oleh banyak orang. Kabar baiknya, gunung ini termasuk gunung yang ramah untuk pendaki pemula. Tingginya “hanya” 2.045 mdpl. Sedangkan untuk para pendaki senior, Gunung Panderman bisa dijadikan tempat melepas rindu jika hati sedang rindu pada gunung
Tinggi Gunung Panderman memang tidak sampai 3.000 mdpl namun gunung ini memiliki pemandangan dan suasana pendakian yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Puncak Gunung Panderman dikenal dengan nama Puncak Basundara. Saat ini pendakian Gunung Panderman dapat dilakukan melalui dua jalur yakni via Curah Banteng serta Toyomerto. Dari dua jalur pendakian ini jalur Toyomerto adalah yang paling sering digunakan oleh para pendaki karna track-nya lebih mudah. Jalur Curah Banteng biasanya dipilih oleh mereka yang memang memiliki minat khusus seperti organisasi pecinta alam atau semacamnya
Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa kita harus menyiapkan fisik yang prima karna meski tracknya terbilang friendly untuk pendaki pemula, di beberapa bagian kita akan melewati tanjakan yang cukup curam. Di artikel ini akan dibahas pendakian Gunung Panderman via Toyomerto

Latar Ombo

Transportasi ke Toyomerto

Toyomerto merupakan sebuah dusun yang berada di desa Pesanggrahan, kemacatan Batu. Untuk menuju ke dusun ini sangat mudah.
Dari alun-alun Kota Batu kita bisa berjalan ke arah barat. Sampai di perempatan kedua ambil kiri. Selanjutnya, kita akan sampai di sebuah perempatan. Di kanan jalan akan ada gapura “Wisata Panderman”. Gapura ini adalah gapura masuk menuju desa Pesanggrahan. Ikuti jalan utama tersebut hingga sampai ke sebuah pertigaan. Ambil kanan. Check point Gunung Panderman tidak jauh dari situ
Setelah melakukan registrasi di base camp pendakian kita bisa melanjutkan perjalanan. Di awal-awal pendakian kita akan dihadapkan pada track yang tidak terlalu curam. Setelah berjalan sekitar satu jam kita akan tiba di pos pertama yang merupakan sumber air. Inilah satu-satunya sumber air yang akan kita dapatkan di track pendakian Gunung Panderman via Toyomerto. Setelah ini kita tidak akan menemukan sumber air lagi sampai di puncak
Dari pos satu, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju pos 2 (Latar Ombo) yang membutuhkan waktu sekitar satu jam. Dari pos dua perjalanan kemudian dilanjutkan menuju ke pos 3 (Watu Gede). Juga dengan estimasi waktu sekitar satu jam. Dari pos tiga perjalanan kemudian dilanjutkan ke puncak Basundara dengan estimasi waktu sekitar setengah jam. Jadi, jika ditotal, pendakian ke Gunung Panderman membutuhkan waktu kurang dari 4 jam. Berikut ini adalah peta pendakian Gunung Panderman via Toyomerto

Sedangkan berikut ini adalah rangkuman pendakian ke Gunung Panderman
  • Base camp – Pos 1 Sumber Air (1330 mdpl: 1 jam)
  • Pos 1 – Pos 2 Latar Ombo (1600 mdpl: 1 jam)
  • Pos 2 – Pos 3 Watu Gede (1730 mdpl: 1 jam)
  • Pos 3 – Puncak Basundara (2045 mdpl: 30 menit)
Puncak Basundara

sunrise di puncah Basundara



Rabu, 02 Maret 2016

travelling tumpak sewu waterfall

Bagaimana ya akses menuju Air Terjun Tumpak Sewu – nama lain Coban Sewu? Medannya berat nggak? Pertanyaan-pertayaan yang menggebu dilontarkan banyak orang pasca air terjun yang memukai ini tersebar di media.
Palang Coban Sewu/Tumpak Sewu

Coba Sewu ?  Mungkin ada yang belum pernah tahu atau bahkan ada yang belum pernah mendengarnya. Coban Sewu atau bisa disebut Air Terjun Tumpak Sewu adalah sebuah destinasi wisata baru yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Karena masih baru sehingga masih sedikit info-info mengenai wisata air terjun ini dan belum banyak terdengar di kalangan wisatawan.


Kini Coban Sewu mulai menjadi perbincangan dan menjadi destinasi kunjungan wisatawan lokal. Awalnya memang oleh warga sekitar disembunyikan dikarenakan takut atau khawatir tidak terawat oleh pemerintah seperti Goa Tetes.
Warga sekitar baru mulai percaya setelah pemerintah mulai memperhatikan tempat wisata alam seperti B-29. Warga berharap pemerintah dengan adanya objek wisata baru segera melakukan pengembangan.

Untuk menuju Coban Sewu kita perlu menuju Lumajang kemudian setelah di tugu perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang sekitar 100 meter sebelum tugu tersebut ada gang turun pada kiri jalan jika kita dari arah Lumajang. Kemudian kita lurus saja sampai sungai, lalu motor diletakkan di gubuk penambang pasir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai sekitar 200 meter, baru setelah itu kita akan menemukan air terjun ini.


Tempat ini disebut Coba Sewu karena dari segi bahasa coban berarti air terjun dan sewu berarti seribu. Mengapa seribu karena air terjun ini aliran air dari atas sangatlah banyak sepanjang tebing. Air terjun ini sangat tinggi sampai-sampai terasa seram mengambil foto dari atas tebing.
pemandangan Tumpak Sewu Waterfall dari atas


Rute yang telah disebutkan tadi adalah untuk melihat air terjun dari atas. Tapi jika kita ingin melihat air terjun dari bawah maka kita dapat turun melalui Goa Tetes yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan menyusuri sungai melawan arus.
Coban Sewu berbeda dengan wisata air terjun lainnya, karena tergolong wisata yang ekstrim yang identik dengan petualangan. Kita harus menyusuri sungai, naik turun di tebing yang licin penuh lumut. Harus ekstra hati-hati untuk melewatinya, oleh karena itu wisata ini juga bisa dibilang wisata yang ekstrim.

Tapi tenang saja, pengorbanan dan perjalanan kita tidak akan sia-sia, karena jika sudah sampai kita akan disuguhi pemandangan yang begitu eksotis. Kejernihan airnya dan tempat yang masih terjaga keasriaannya. Air terjun ini sangatlah cocok untuk mereka yang hobi dengan fotografi dan petualangan.

Makanya jangan lupa jika ke Lumajang mampir ke tempat ini, dijamin gak bakalan rugi. Kita bisa mengunjungi dua air terjun sekaligus yakni satunya adalah goa tetes yang tak kalah indah dengan coban sewu. Letaknya pun juga berdekatan karena satu jalur.




Tips Menuju Coban Sewu :

Berikut ini sedikit tips dan saran yang bisa digunakan sebagai bekal sebelum menuju Coban Sewu. Semoga nantinya dapat membantu. Yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Bawalah Sendal atau sepatu outdoor
    Sangat disarankan untuk memakai sepatu atau sendal dengan gerigi atau standar outdoor karena akan sangan berguna untuk menuruni tebing-tebing yang curam serta medan batuan cadas berlumut yang amat licin.
  2. Disarankan memakai jasa guide
    Jangan pernah mencoba untuk mencari jalan sendiri. Jalannya sulit diprediksi dan sebenarnya memang tidak ada. Hanya warga sekitar yang biasa mencari rumput yang menerobos jalan dan membuatnya dapat dilewati wisatawan.

  3. Simpan dan amankan Alat Elektronik
    Bungkus alat elektronik dengan plastik dan masukkan dalam tas. Hal ini dikarenakan kita menyusuri sungai dan desiran angin yang membawa butiran-butiran air menerpa kita. Jadi agar tidak basah terkena air.

  4. Membawa tali akan sangat membantu
    Kalau rombongan patut kiranya untuk membawa tali karena lebih aman.

  5. Makanan dan minuman
    Bawalah camilan dan air mineral, karena dipastikan tidak ada penjual disana, karena ini masih alam liar. Jadi jangan bayangkan ada penjual cilok atau makanan lainnya disana.

  6. Matangkan persiapan
    Sebagai referensi saja :
    - Dari Tempeh - Goa Tetes (60 menit)
    - Turun sngai via Goa Tetes (30 menit)
    - Menyusuri sungai - Coban Sewu (20 menit)
    - Naik sungai - Goa Tetes (45 menit)

  7. Perhatikan cuaca
    Pastikan Anda memperhatikan cuaca sebelum kesana, karena tidak mungkinkan jika cuaca lagi mendung dan berada disana ketika hujan? Terus perhatikan timing waktu, jangan sampai turun sudah terlalu sore, karena akan berbahaya jika hari sudah gelap.








Terimah Kasih, Semoga Bermanfaat :)